Header Ads

Pengalaman Jadi Perias

ukkkhhh senengnya.


Alhamdulillah template baruπŸ’–πŸ’–. Kalau gini kan punya semangat baru untuk update. Sebenarnya nggak disengaja kalau template hampir barengan sama “pekerjaan” baru. Iya, pekerjaan dikasih tanda petik, kalau disebut kerja ya kerja sih dapat fee, tapi kerjaannya seneng – seneng, kayak ngeblog gini. Sebelum ngomongin tentang “pekerjaan” baru. Mau cerita tentang template baru, awalnya lihat timeline twitter pangeran wortel alias Heru arya yang nawarin untuk re-design template secara gratis dengan ucapan terimakasih. Wah, seneng banget dong yang namanya gratisan.πŸ˜…πŸ˜…

Alhamdulillah beruntung karena terpilih untuk re-design, pilih – pilih deh 3 design alternatif. Ternyata cepet juga jadinya, kira – kira semalaman plus pagi hari (lah gimana ngitungnya nih). Blog ini merupakan blog kedua, tapi jarang gitu di isi, tapi udah ada rencana ke depan mau di isi apa. Nggak jauh – jauh dari “pekerjaan” baru, mau fokus ke tema beauty tapi ya ada lifestyle juga sih, fleksibel lah. Udah bikin kategori postingan blog juga untuk memudahkan pembaca agar fokus dengan tema yang ingin dibaca, nggak hanya beauty, nantinya ada label skincare, make up, dsb.

template baru.

Berasa jodoh ya ketemu twitnya Heru dengan ingin bebenah blog ini. Untuk warna sengaja yang dominan putih dan warna netral atau yang soft. Maunya warna merah sih, tapi akhirnya pilih yang pink agar cocok sama beauty case yang aku punyaπŸ’–πŸ’–, temanya cewek banget gitu lah ya. Dan hasilnya seperti ini. Alhamdulillah sesuai dengan yang diinginkan, maunya sih beneran aku bayar, karena bagus nih templatenya, eh tapi Heru beneran maunya cuma ucapan terimakasih plus kasih credit namanya di bawah, langsung aku mengiyakan, karena sebagai bentuk apresiasi kerja keras seorang teman, dan juga udah klop sama template ini. Yuk lah mari diorder yang mau blognya dibikin keren.😎😎

Ngomongin soal beauty case, seperti yang aku sebutin di atas. Jreng! Pekerjaan baruku adalah ngerias, bukan ngerias pengantin, katanya sih kalau yang ngerias pengantin harus sudah nikah, kalau belum katanya pamali. Jadinya, aku ngerias pihak keluarga atau teman yang biasanya jadi kembar mayang. Ya pokoknya ngerias selain pengantinnya.πŸ˜‡πŸ˜‡

Awalnya, aku kan punya mbak ipar yang memang kerjanya punya wedding service atau wedding organizer gitu lah. Dari awal aku emang nggak ikutan ngerias, cuma bantu promosi lewat IG, karena akunya memang sadar diri lah ya, biasanya hanya pakai beda sama lipstick doang, berasa “buta” make up. Entah ada angina pa, tiba – tiba aku diajakin sama mbak ipar untuk ikutan ngerias juga. Lah, akunya cuma bengong doang, “Ini sadar nggak sih ngajak aku jadi perias”. Pertamanya ragu diajak rias, meskipun aku di training terlebih dahulu. Dalam hati terus – menerus bertanya, “Emangnya kamu bisa, Sar?”πŸ˜…πŸ˜…

Karena berniat untuk mencoba dulu, biar tahu pengalaman baru, kan semua berawal dari tidak tahu, kemudian kalau diasah, akan menjadi tahu, syukur – syukur bisa jadi ahli. Rasa penasaran membawaku ke dunia kecantikan ini. Nggak langsung terjun untuk ngerias, aku hanya bagian kasih alas bedak sama bedak, setelah itu ikut training ngerias beberapa kali, seminggu kemudian langsung ikutan disuruh ikutan ngerias, saat itu ikutan ngerias waktu akad nikah.

Heh, nggak salah nihm baru seminggu langsung terjun ke lapangan”, duh sumpah rasanya deg – degan nggak bisa tidurπŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘. Oiya, sebelum terjun langsung, aku beli peralatan make up, tahu nggak sih ternyata harganya jutaan, OMG! Padahal make up sehari – hari hanya mengeluarkan duit puluhan ribu. Tapi kalau sudah dijalani, Alhamdulillah termasuk cepat untuk balik modal, bentar lagi udah balik modal kok, yey!


Kalau ditanya gedean mana bayaran jadi blogger atau perias, ya aku jawab keduanya saling melengkapi, kenapa harus memilih kalau dua – duanya bisa menambah pundi – pundi duit *matre*πŸ˜…πŸ˜…, tapi selain itu keuntungan materi yang didapat, aku merasa seneng dan nyaman dengan pekerjaan ini. Karena berkaitan dengan orang yang punya hajat yaitu nikah, selalu di kelilingi aura positif, ya kan orang yang nikah pasti bawaannya seneng, ketawa mulu, becanda. Senang dengan lingkungan yang seperti itu. Meskipun nunggu sampai malam, tapi capeknya nggak terasa. Seperti ngeblog juga, dibelain nulis postingan, tapi ya setelah itu capeknya hilang, apalagi invoice cair *eh gimana gimana*.😁

Terjun ke lapangan, tahap 1. Masih kurang sempurna 😁😁

masih banyak foto - foto hasil make up dari tanganku, ntar deh kapan - kapan curhat lagi πŸ’–πŸ’–


Meskipun terikat saudara alias kerja sama mbak ipar, tapi aku nggak dibedain sama perias lainnya, sering terima saran dan kritikan agar lebih baik dalam hal merias, kalau ada yang kurang, dibenerin, diberikan tips – tips, kalau bagian ini harus begitu dan lain sebaginya, ya maklum, aku masih kurang jam terbangnya, jadi benar – benar harus berguru dengan pengalaman dengan perias lainnya. Emangnya nggak kesel sar dikritik terus? Hmmm.. nggak sih, aku sih biasa aja, pernah juga setelah ngerias, ada yang disuruh hapus, disuruh kasih warna yang lebih soft, ya aku hapus, aku kerjakan, kan demi kemajuan aku sendiri. Bayangin aja yaaaa warna palletenya itu buanyak, ada yang pink agak soft, pink yang agak gimana gitu, kan aku nggak hanya belajar poles sana – sini, tapi belajar gradasi warna, itu masih belajar gradasi warna, belum belajar yang lainnya. Jadi, dilarang patah semangat, semua harus diterima dengan pikiran yang positif.😎

Kadang latihan dengan keadaan lapangan itu sangatlah berbeda, saat latihan, udah cocok nih warnanya. Eh saat di lapangan, ada yang suruh agak ditebelin, terus ada juga yang ditambahin warna lain agar lebih cantik perpaduan make up sama seragam, makanya keadaan yang spontanitas harus siap, disuruh ubah, ganti, tambahin, kurangin ini itu harus siap siaga.


Beberapa hari berikutnya setelah ngerias, ada evaluasi lagi, belajar lagi sampai mantap, ilmu baru lagi. percayalah, awal training, aku harus mengahapal kuas yang bejibun, asoooy banget lah, apalagi hapalin nama – nama kosmetik, highlight itu yang mana, fungsinya apa, dipakai dimana, dan ada buanyak item. Ketika terjun ke lapangan (bukan lapangan sepak bola, tapi event pernikahan), selalu ada pelajaran baru, namanya juga berkaitan dengan wajah orang, kan beda – beda tuh, bentuk, warna dan permasalahan (jerawat, bekas jerawat, belang, keriput, dll) aku kudu siap dengan wajah mereka.



Foto di bawah ini kalau nggak salah, merupakan terjun ke lapangan yang keempat atau kelima gitu, meski sudah selesai ngerias, kalau ada waktu dicek lagi. Ini sih ngambilnya fotonya pas backlight gitu ya πŸ˜…πŸ˜…. Ini waktu itu alisnya dikoreksi, kurang paripurna. Dan ini hasil akhirnya. wkwkwk.. semangat sis!


Kalau disuruh millih yang paling menantang saat ngerias wajah yang seperti apa? Aku milih wajah yang struktur wajahnya sudah cantik, beneran deh bingung, perempuan udah cantik, trus harus bagaimana lagi, cukup pakai bedak aja udah cantik. Wajah – wajah seperti hidung mancung gitu lah, akunya malah bingung sendiri, harus make up kayak gimana, ya untuk aja aku make up tipis – tipis aja, biar nggak kayak topeng. Ya nanti deh aku bahas lagi tentang bentuk wajah ini.

Setelah postingan ini, selanjutnya akan berbagi mengenai produk – produk make up atau skincare yang aku pakai, menulis agar tahu rekam jejak merias orang lain, dan juga biar bisa bandingin sih mana produk yang cocok atau yang kurang cocok, produk lipstick aja ada beberapa yang aku pakai, apalagi yang lain. Kadang kan, ada produk yang cocok untuk kulit sawo matang, atau produk yang ini cocok untuk bibir remaja yang suka warna soft, atau lipstick A lebih awet ketimbang lipstick B. untuk produk lipstick aja pembahasannya banyak banget. Sudah nge-list produk – produk yang akan aku tulis reviewnya berdasarkan pengalaman. Oiya, aku juga pakai make up dari produk make up yang aku poles di wajah klien *ceritanya pengin hemat gitu*, tapi untuk lipstick aku beda’in sih, ada yang untuk pribadi ada yang khusus untuk klien. Tenang, produk yang aku pakai merupakan produk yang aman dan expirednya masih lama.

Sekian dulu ya menceritakan pengalaman, sebenarnya sih masih banyak, tapi next blog post aja deh. Huwaaah masih banyak yang pengin diceritakan. Terimakasih sudah membaca.πŸ˜‰πŸ˜‰

No comments

Mohon maaf, komentarnya dimoderasi dulu ya :)

Powered by Blogger.