Wednesday, June 21, 2017

Skenario Brilian

skenario brilian


Kata mereka, aku banyak maunya.
Kata mereka, aku pemilih.
Kata mereka, aku nggak ada usaha.

Mengapa orang lain seakan menjadi Maha tahu tentang kehidupanku sendiri? Apa mereka merasakan apa yang aku rasakan? Apa mereka berjalan setiap tapak yang aku lalui?😦

Hmmm… kalau ada orang yang tanya aneh – aneh atau berasumsi yang tidak berdasar atas jodohku yang belum kunjung datang, rasanya mau aku ajak ke empang! Lihat tuh banyak orang yang mancing, berbagai umpan disiapkan, tapi hasil pancingannya berbeda – beda, ada yang dapat ikan, ada juga yang pulang dengan tangan kosong, sebagus apapun umpannya kalau belum rejeki ya memang belum dikasih. Jadi, nggak perlu berpikir macam – macam kepada teman atau bahkan kepada orang yang baru dikenal masih jomblo, bukan karena kurang usaha, lah emang belum rejeki aja. *aseeeeek*.😎

Kalau ditanya, berapa lama menjomblo? Jangan ditanya, lama pokoknya, sedih kalau diceritain😐. Kata orang, aku jomblo karena banyak maunya, banyak kriteria calon suami, katanya aku lama jomblo karena nggak mau membuka diri, de es be. Huhuhuhu sedih kalau ada orang yang ngomong seenak jidatnya. Padahal diriku sendiri, baik – baik saja, 

Lalu…


Lama – kelamaan nggak enak juga jadi jomblo, meskipun diri sendiri sudah menerima keadaan, maunya sih dibawa asik aja, toh masih banyak hal yang bisa dilakukan, banyakin berkarya, banyakin cari duit untuk masa depan, banyakin pengalaman😎, tapi ada aja yang “nyenggol” tentang kejombloan. Pernah nih, ketemu teman lama (kebetulan cowok) eh wajar dong kalau saling sapa karena sudah lama nggak ketemu, eh kok dilirik tajam sama ceweknya, astagaaaaa rasanya pengin ngunyah batu, padahal biasanya aja nyapanya, say hi doang, ikh dikira pelakor atau apaan gitu, sebel!😈

Ada cerita lagi, salah satu tetangga entah nggak tau kenapa tiba – tiba bergosip kalau aku bulan kedua belas akan tunangan, eh padahal nggak ada acara tunangan sama sekali, marah dong tiba - tiba dapat gosip kayak gitu, lah kalau waktu bulan kedua belas nggak ada acara apapun, kan ya jadi rasan - rasan tetangga. Akhirnya tetangga yang bergosip itu minta maaf. Fiiiiuuuuhhh... jadi jomblo itu harus tahan banting, Sis!

Masih ada loh pengalaman yang kurang mengenakkan, apalagi perkataan yang keluar dari mulut teman sendiri, iyes teman sendiri yang ternyata bikin sakit hati, kalau keluar dari mulut orang lain yang nggak aku kenal, ikh masa bodo, nah ini keluar dari teman sendiri, dia tiba - tiba nyeletuk "Cepet nikah, jangan jadi perawan tua". Astaga... sehina itukah jadi jomblo, jangan - jangan temanku itu pemikirannya sebatas menikah itu tuntutan umur, ikh rasanya pengin aku jambak tuh mulut!😈

Kemudian…

Aku merasa sudah berada di posisi menerima diri sendiri, berdamai dengan diri sendiri, galau karena jodoh? Ada sih, tapi sedikit, itupun kalau yang menyinggung tentang jodoh adalah ortu, weeeh... aku langsung galau, karena ortu selalu bilang kasihan kalau aku tinggal sendirian, nggak ada yang jagain, dan ujung - ujungnya selalu bilang tentang ortu yang sudah sepuh, ya begitulah tentang kematian😭, dan itulah hal yang paling kurang nyaman untuk diobrolin. Meskipun jarang ngomongin soal jodoh, sekali bahas, langusng bikin baper. So far, ortu masih memberi semangat, kalau ini semua tentang masalah waktu, emang belum rejeki, rejekinya sari masih berwujud yang lain, selalu bersyukur saja.

Kalau dikatain nggak ada usaha, hmmm... kayaknya nggak deh, kan semua orang hanya sebagai 'penonton' saja, tidak tahu seluk - beluk di belakang layar seperti apa, hanya berkomentar apa yang mereka lihat. Padahal lakon yang di atas panggung sudah berusaha semaksimal mungkin, semua sesuai dengan skenario kehidupan, hanya menunggu lelaki yang tepat di waktu tepat, sesuai dengan Skenario yang Brilian yang diberikan oleh-Nya.

No comments:

Post a Comment

Mohon maaf, komentarnya dimoderasi dulu ya :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...