Header Ads

Ketika rejeki tak hanya berupa duit

Ketika rejeki tak hanya berupa duit - Jadi, ceritanya sebelum hari kejadian. Aku menerima email berupa penawaran nulis konten di suatu portal. Karena bahasannya lumayan ilmiah, jadi perlu dong yang namanya buku penunjang. Langsung deh kepikiran untuk ke perpustakaan daerah Sidoarjo, letaknya nggak jauh dari rumah. Dekat alun - alun Sidoarjo.


Saat perjalanan dari rumah ke Sidoarjo emang biasa saja, naik angkot, duduk manis. Nah, saat mau masuk ke perpustakaan, jalurnya adalah nyerahin KTP - dikasih kunci untuk loker - menuju ke ruang baca. Saat di depan gerbang itu, mau nyerahin KTP, eh ternyata petugasnya mas ganteng yang masih muda. Padahal sebelumnya tuh yang jaga udah Bapak - bapak, hehehe. Nah, ada perubahan nih, sebelum ke loker, kita disuruh untuk scan kartu anggota. Gara - gara udah grogi duluan, jadi nggak fokus gimana mau scan, padahal ya gampang banget. Masnya ramah dan kasih tahu caranya.

Setelah itu, aku dikasih kunci loker yang letaknya dekat sama mejanya mas ganteng waktu jaga gitu, lumayan sih posisi loker agak atas. Naaaahhh, ini yang bikin makin grogi, loker nggak bisa dibuka, saudara - saudara!!! NGGAK BISA DIBUKA!! duh udah bolak - balik tuh kunci, udah dorong sekuat tenaga, akhirnya nyerah dan bilang ke mas ganteng, "Mas, susah" huahahahahaa... apalah saya ini dengan lemah lembut langsung seperti itu, padahal ya suaraku pelan, tapi masnya denger aja, dan dengan sigap langsung datang ke lokerku. ALAMAAAAAKKK... makin dekat makin ganteng, wangiiiiiiii. Eh, lah kok gampang banget masnya buka lokerku. Duh, mas andaikan loker itu hatiku, gampang banget sih kamu bukanya #eaaaaa

Setelah puas cari buku yang dimaksud, capcus langsung pulang. EH LOKERNYA NGGAK BISA DIBUKA LAGI, INI SEBUAH KEAJAIBAN DUNIA YANG ENTAH KEBERAPA. Duuuh.. ini pasti sebuah takdir, kalau lokernya minta digetok. Untung mas ganteng nggak pulang, dan dengan suara lemah tak berdaya, "Mas, susah." JREEENNNG... masnya dengan senyuman yang menghipnotis langsung bukain loker, eh seriusan langsung bisa dibuka loh lokernya. Huwaaaa antara malu tapi tak berdaya, akhirnya cuma nyengir aja, tapi agak lama masnya berdiri di samping, ikh masnya kepo deh, eh atau biar nggak bolak - balik ke lokerku kali ya.

Ciri - ciri mas ganteng tuh, tinggi kira - kira 180cm, ala - ala L - MEN gitu, plus wangi, ramah, nggak jutek.

Ya sudah ya mas, hanya sebatas ala - ala penonton alay, lalalayeyeyeye.. sekedar mengagumi saja. Huahahahaha... rejeki bener deh.

nggak nyambung sama ceritanya sih, yakali bisa selpih sama masnya :)))



4 comments:

  1. hi,hi,hi , pandangan mata yang nyejukin kali ya

    ReplyDelete
  2. hihi... rejekinya ga dikantongin bawa pulang sj mba?... yeyeye..

    ReplyDelete
  3. hihi, ada kelanjutannya ngga sih?

    ReplyDelete

Mohon maaf, komentarnya dimoderasi dulu ya :)

Powered by Blogger.